Tampilkan postingan dengan label madridista. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label madridista. Tampilkan semua postingan

Kamis, 20 Agustus 2009

Madrid Bantai Dortmund, Ronaldo Nihil


DORTMUND, KOMPAS.com - Real Madrid menunjukkan kedigdayaannya. Tampil di kandang Borussia Dortmund dalam pertandingan persahabatan, Rabu atau Kamis (20/8) dini hari WIB, Kaka dkk membantai tuan rumah 5-0. Sayang, bintang Cristiano Ronaldo nihil kontribusi golnya.

Gol Real Madrid dicetak oleh Esteban Granero menit ke-3, Arjen Robben menit ke-48, Gonzalo Higuain menit ke-73, Kaka menit ke-76 lewat titik penalti, dan Raul Gonzalez menit ke-89.

Tampil di publik sendiri, Borussia Dortmund berusaha bermain menekan. Namun, mereka kesulitan menghadapi kehebatan Real Madrid yang sedang bertabur bintang. Bahkan, pada awal pertandingan, Dortmund sudah dipaksa kemasukan gol yang diciptakan Esteban Greanaro.

Gol Grenaro tak lepas dari umpan gemilang yang diberikan Kaka. Melihat Granero tak terkawal, Kaka memberikan umpan backpass. Granero pun tanpa kesulitan menyambut dan melepaskan tendangan keras yang menaklukan kiper Roman Weindenfeller.

Gol tersebut melecut semangat anak asuh Jurgen Klopp untuk menyamakan kedudukan. Dortmund terus tampil menekan. Beberapa kali, Iker Casillas harus jatuh bangun untuk menyelamatkan gawangnya.

Sebenarnya, Dortmund bisa saja menyamakan kedudukan. Pasalnya, Casillas sering melakukan beberapa kesalahan. Terhitung dua kali bola lepas dari dekapannya. Namun, penyelesaian Dortmund tak pernah sempurna.




Gempuran Dortmund tak membuat "EL Real" tertekan. Mereka justru terlecut untuk meladeninya. Pada menit ke-31, Karim Benzema hampir menyumbangkan gol. Ia berhasil mencuri bola akibat kesalahan lini belakang. Sayang, sang kiper berhasil menjinakkan bola.

Setelah itu, Kaka mendapat kesempatan emas menciptakan gol. Ia berhasil melepaskan tendangan setelah menerima umpan dari Esteban Granero. Lagi-lagi sang kiper Roman Weidenfeller masih terlalu tangguh untuk ditalukkan.

Pada menit awal babak kedua, pendukung Dortmund harus kembali terkejut dengan gol cepat yang dilakukan Real Madrid. Tendangan voli yang dilakukan Arjen Robben dari luar kotak penalti pada menit ke-47 membuat pendukung Dortmund terdiam, terpukul sekaligus kagum atas gol indah Robben.

Dortmund terus mencoba menyerang. Tamas Hajnal hampir memperkecil kekalahan. Tendangan keras yang dilepaskan Hajnal berhasil ditepis Casillas. Hingga menit ke-60, Dortmund belum bisa memperkecil kekalahan.

Pelatih Rela Madrid, Manuel Pellegrini melakukan rotasi pemain. Ia memasukkan Gonzalo Higuain untuk mengagantikan Benzema yang tampil kurang baik.

Keputusan Pellegrini berbuah manis. Tak lama berselang, Higuain berhasil menceploskan bola di menit ke-73. Gol tercipta ketika Robben memberi umpan matang kepada Higuain di area kotak penalti.

Tak hanya itu, dua menit kemudian, Kaka berhasil memperbesar kemenangan lewat titik putih. Kaka sukses menjadi eksekutor setelah Robben dijatuhkan di kotak penalti. Selanjutnya, pemain veteran Madrid, Raul Gonzales pun turut menyumbangkan gol pada menit ke-89. (*)

referensi
http://bola.kompas.com/read/xml/2009/08/20/03345678/Madrid.Bantai.Dortmund..Ronaldo.Nihil

Rabu, 19 Agustus 2009

REAL MADRID MENANG^


SAN SEBASTIAN, KOMPAS.com - Pelatih Real Madrid, Manuel Pellegrini mengaku puas menyaksikan anak didiknya menggasak Real Sociedad 2-0 dalam duel persahabatan di Stadion Anoeta, Minggu (16/8) WIB. Menurutnya, laga berjalan sesuai rencana.

Madrid sebetulnya sempat tampil tidak meyakinkan pada duel itu. Pada babak pertama, misalnya, mereka kesulitan mengembangkan permainan dan nyaris tanpa peluang gol.

Setelah turun minum, barulah Madrid memperbaiki penampilannya. Meski begitu, mereka masih kesulitan membongkar rapatnya barisan belakang Sociedad. Mereka akhirnya berhasil memaksimalkan kesempatan bola mati untuk mendapat sepasang gol yang dicetak Karim Benzema (48) dan Wesley Sneijder (90).

Benzema membobol gawang Claudio Bravo dengan memanfaatkan tendangan bebas Cristiano Ronaldo. Gol kedua terjadi setelah kiper Claudio Bravo gagal menghentikan tendangan bebas Sneijder.

"Pramusim berjalan sesuai rencana. Penting bagi mereka untuk berintegrasi secara cepat dalam pertandingan ini," ungkapnya seperti dilansir situs resmi Madrid.

"Kami mencoba melakukan sesuatu lebih banyak. Namun, yang penting adalah setiap lini bekerja...


dengan baik. Kami ingin formasi baku untuk mengilapkan detail permainan dan untuk menjadi optimal di awal musim," lanjutnya.

Secara khusus, Pellegrini juga memuji kinerja barisan belakang Madrid. Menurutnya, permainan lini belakang membuat barisan lini tengah dan depan Madrid menyerang lebih fokus dan tenang.

"Saya gembira karena Real Sociedad jarang mendapat kesempatan di depan gawang kami. Pertahanan kami tetap terstruktur ketika kami mundur dan maju. Itu sangat penting," tambahnya. (RM)

Susunan pemain:
Real Sociedad: Bravo; Dani Estrada, Ansotegui, Labaka, De la Bella; Elustondo (Nsue, 61’), Rivas (Sergio, 77’); Xabi Prieto (Markel, 77’), Johnatan Estrada (Griezman, 61’); Zurutuza (Ros, 50’), Agirretxe.
Real Madrid: Casillas; Torres (Arbeloa, 45’), Garay, Albiol, Drenthe, Guti (Pepe, 78’), Xabi Alonso (Sneijder, 77’), Cristiano Ronaldo (Robben, 67’), Kaka (Higuaín, 67’), Raúl (Granero, 67’), Benzema.

http://bola.kompas.com/read/xml/2009/08/16/08383041/madrid.menang.2-0.pellegrini.puas


Kamis, 06 Agustus 2009

PEMAIN BARU(LAGI^) REAL MADRID


MADRID, KOMPAS.com - Keinginan Real Madrid mendapatkan gelandang Liverpool, Xabi Alonso, akhirnya tercapai. Pemain asal Spanyol itu resmi menjadi bagian Los Blancos, setelah lolos dalam tes kesehatan, Rabu (5/8).
Untuk mendapatkannya, Madrid harus membayar 30 juta pounds (sekitar Rp 503,1 miliar) kepada Liverpool. Dengan pembelian Alonso, berarti selama ini Madrid telah mengeluarkan 200 juta pounds (sekitar Rp 3,3 triliun) untuk belanja pemain. Selain Alonso, pemain yang dibeli Madrid adalah Ricardo Kaka, Cristiano Ronaldo, Karim Benzema, Alvaro Arbeloa, dan Raul Albiol.

Alonso memang dinilai bakal memenuhi kebutuhan Madrid di sektor gelandang. Dia jago umpan dan mampu mengatur permainan. Liverpool membelinya dari Real Sociedad pada 2004 dengan harga 10,5 juta pound (sekitar Rp 176,1 miliar).


Direktur Teknik Madrid, Jorge Valdano mengatakan, kehadiran Alonso menjadi akhir dari pembelian yang dilakukan Real Madrid di pasar transfer. "Dengan pembelian Alonso, kami sudah tak akan terlibat dalam bursa transfer lagi," kata Valdano.

"Sebelum awa pramusim, pelatih Manuel Pellegrini mengatakan kepada kami bahwa dia akan memperkuat dua posisi: pertahanan dan gelandang. Itu yang telah kami lakukan," tambahnya. (BBC)
http://bola.kompas.com/read/xml/2009/08/05/22464982/beli.alonso.madrid.keluarkan.rp.33.triliun




Rabu, 29 Juli 2009

Tiga Pelatih Ragukan Kekuatan Real Madrid



gw selaku Madridista g terima kalo madrid dikucilkan,,hhu sedih rasanya,,.
dapet artikel dari http://bola.kompas.com/read/xml/2009/07/29/07591780/tiga.pelatih.ragukan.kekuatan.real.madrid
katanya banyak pelatih yang meragukan el real,,.
hmmmphhhh kita tunggu aja 1 musim kedepan kaya gimana??
pasti bisa,.!!ayo real madrid kita satukan kekuatan,hhe



MUENCHEN, KOMPAS.com - Pelatih Manchester United Sir Alex Ferguson mempertanyakan kualitas Real Madrid dalam menghadapi musim baru. Menurutnya, "El Real" masih punya pekerjaan besar dalam memenuhi keseimbangan tim.

Madrid menjadi sorotan dunia sepak bola setelah klub raksasa Spanyol itu mengeluarkan, kalau bukan menghamburkan, banyak uang untuk membeli pemain bintang. Tak kurang dari 200 juta poundsterling atau lebih dari tiga triliun rupiah sudah mereka keluarkan untuk membeli empat pemain. Jumlah itu masih akan bertambah lagi karena "Los Galaticos" masih mengincar sejumlah pemain lain dengan harga selangit.

Tiga pelatih klub yang kini akan membawa tim mereka dalam turnamen Audi Cup di Allianz Arena mengkritik kebijakan transfer itu. Dalam pandangan Ferguson, transfer itu tak mencerminkan kekuatan Madrid sesungguhnya dalam cakupan teknis sepak bola, bukan finansial klub. Tim dengan banyak uang tak menjamin bisa mendapatkan sukses di turnamen. Pembelian dua gelandang, satu bek, dan satu striker di Santiago Bernabeu tidak akan menjamin mereka sukses mencapai target musim depan, yakni juara di semua kompetisi.

"Ada contoh sangat baik sebuah tim pada 1950an, Sunderland, yang belanja banyak uang dikenal sebagai bank di antara klub Inggris. Mereka tidak memenangkan apapun hingga akhirnya mereka terdegradasi," ungkap Ferguson.

Sama seperti yang pernah dikatakan pelatih Madrid, Manuel Pellegrini, bahwa Madrid memerlukan gelandang sentral, Ferguson juga menyatakan bahwa klub tersebut bolong di tengah. Karena itu, seorang winger seperti Cristiano Ronaldo bisa saja ditarik ke tengah untuk mengisi celah tersebut. Masalah bisa terpecahkan jika "Los Merengues" mendapatkan gelandang Liverpool, Xabi Alonso.

"Saya tidak bilang Real Madrid akan terdegradasi, tapi itu sulit dan mereka akan punya banyak m,,

asalah keseimbangan. Saya tidak tahu apakah (Pelatih Madrid) Manuel Pellegrini akan membawa tim utama dengan semua pemain ini. Saya bilang kepada Ronaldo, dia akan bermain di tengah karena mereka tidak punya pemain seperti itu," ujarnya.

Musim lalu "Los Blancos" kebobolan 52 gol di Liga Divisi Primera, atau hanya lima angka lebih baik dibandingkan juru kunci Recreativo Huelva. Ini mengindikasikan bahwa Madrid memerlukan bek lagi. Ini pun pernah diungkapkan oleh Pellegrini. Itulah alasannya merekrut Raul Albiol, yang sebetulnya berperan sebagai gelandang sentral di tim nasional Spanyol. Sampai sekarang, perburuan Madrid terhadap bek tengah Alvaro Arbeloa belum membuahkan hasil.

Setali tiga uang dengan Ferguson, pelatih Bayern Muenchen Louis Van Gaal pun meragukan kemampuan Pellegrini dalam meracik tim berdasarkan kumpulan pemain terbaik dunia itu. "Filosofi saya adalah Anda harus membangun sebuah tim. Anda tidak dapat belanja satu orang. Saya harap pelatih Real Madrid dapat membuat sebuah tim dengan banyak individu, tapi saya tidak tahu apakah dia bisa. Kadang Anda bisa, kadang sangat, sangat sulit."

Pendapat Van Gaal itu diamini oleh pelatih AC Milan, Leonardo Araujo. Pengganti Carlo Ancelotti itu merujuk pada kegagalan "Los Galaticos" era Zinedine Zidane, Ronaldo, dan David Beckham, yang memang tak begitu memukau perhatian dunia.

"Tidak mudah bagi Madrid dan mereka tidak berhasil di masa lalu. Mereka punya pengalaman sendiri dengan galacticos dan akhirnya tidak memenangi apapun," kata pelatih asal Brasil itu. "Anda dapat membeli pemain bertalenta dan membuat berbagai kemungkinan, tapi tidak mudah membangun sebuah skuad dan mengatur pemain seperti Kaka, Ronaldo, dan (Karim) Benzema. Anda perlu lebih dari sekadar uang untuk membangun sebuah tim. Anda perlu semangat dan kami masih harus melihatnya jika Madrid punya."

Pada pramusim ini, Madrid memang belum menampakkan kualitas yang begitu dahsyat. Mereka hanya menang 1-0 atas tim liliput Shamrock Rovers di Irlandia dan ditahan imbang 1-1 oleh Al Ittihad di duel perdana Piala Perdamaian. Pellegrini juga masih bimbang menentukan format baku pemain starter karena semua pemain sangat bagus. (TIMES, GRD)

Daftar Blog Saya

Entri Populer