Selasa, 30 Desember 2008

Minggu, 28 Desember 2008

gilleeeeeee!!!!muraaah banget!!!




Iphone Price $99 for 8GB

Posted on December 28, 2008
Filed Under Asides

Yes, there is a $99 iPhone

The $99 iPhone exists, though not in the mythical, miniature form the world might have fantasized about instead of sugar plums this Christmas. AT&T has lowered the price of its refurbished iPhones until the end of the year (December 31, for those keeping track) or until stock runs out, whichever comes first. The price has dropped by another $50, making the 8GB model a mere $99 and the 16GB models $199 (black and white).


Tags: america, apple, gadget, iphone, Technology

ZIONISME: SEBUAH NASIONALISME SEKULER YANG MENGKHIANATI YUDAISME




Zionisme dibawa ke dalam agenda dunia di akhir-akhir abad ke sembilan belas oleh Theodor Herzl (1860-1904), seorang wartawan Yahudi asal Austria. Baik Herzl maupun rekan-rekannya adalah orang-orang yang memiliki keyakinan agama yang sangat lemah, jika tidak ada sama sekali. Mereka melihat "Keyahudian" sebagai sebuah nama ras, bukan sebuah masyarakat beriman. Mereka mengusulkan agar orang-orang Yahudi menjadi sebuah ras terpisah dari bangsa Eropa, yang mustahil bagi mereka untuk hidup bersama, dan bahwa penting artinya bagi mereka untuk membangun tanah air mereka sendiri. Mereka tidak mengandalkan pemikiran keagamaan ketika memutuskan tanah air manakah itu seharusnya. Theodor Herzl, sang pendiri Zionisme, suatu kali memikirkan Uganda, dan ini lalu dikenal sebagai "Uganda Plan." Sang Zionis kemudian memutuskan Palestina. Alasannya adalah Palestina dianggap sebagai "tanah air bersejarah bagi orang-orang Yahudi", dibandingkan segala kepentingan keagamaan apa pun yang dimilikinya untuk mereka.

Petani dan Tembok Ratapan di depannya, yang menggambarkan pemimpin Zionis Max Nordau, Theodor Herzl, dan Prof. Mandelstamm, melukiskan "Impian Zionis."

Sang Zionis melakukan upaya-upaya besar untuk mengajak orang-orang Yahudi lainnya menerima gagasan yang tak sesuai agama ini. Organisasi Zionis Dunia yang baru melakukan upaya propaganda besar di hampir semua negara yang berpenduduk Yahudi, dan mulai berpendapat bahwa Yahudi tidak dapat hidup dengan damai dengan bangsa-bangsa lainnya dan bahwa mereka adalah "ras" yang terpisah. Oleh karena itu, mereka harus bergerak dan menduduki Palestina. Sebagian besar orang Yahudi mengabaikan himbauan ini.

Menurut negarawan Israel Amnon Rubinstein: "Zionisme (dulu) adalah sebuah pengkhianatan atas tanah air mereka (Yahudi) dan sinagog para Rabbi".15 Oleh karena itu banyak orang-orang Yahudi yang mengkritik ideologi Zionisme. Rabbi Hirsch, salah satu pemimpin keagamaan terkemuka saat itu berkata, "Zionisme ingin menamai orang-orang Yahudi sebagai sebuah lembaga nasional…. yang merupakan sebuah penyimpangan."16

Pemikir Islam Prancis yang terkenal Roger Garaudy melukiskan hal ini dalam sebuah pembahasan:

Musuh terburuk keyakinan Yahudi yang jauh ke depan adalah logika para nasionalis, rasis, dan kolonialis dari Zionisme kebangsaan, yang dilahirkan dari nasionalisme, rasisme, dan kolonialisme abad ke-19 di Eropa. Logika ini, yang menginspirasi semua penjajahan Barat dan semua perang antara satu nasionalisme dengan nasionalisme lainnya, adalah sebuah logika yang membunuh diri sendiri. Tidak ada masa depan atau keamanan bagi Israel dan tidak ada keamanan di Timur Tengah kecuali jika Israel meninggalkan paham Zionismenya dan kembali ke agama Ibrahim, yang adalah warisan bersama, bersifat keagamaan, dan persaudaraan dari tiga agama wahyu: Yudaisme, Nasrani, dan Islam.17

Dengan cara ini, Zionisme memasuki politik dunia sebagai sebuah ideologi rasis yang menganut paham bahwa Yahudi seharusnya tidak hidup bersama dengan bangsa-bangsa lain. Pertama-tama, ini adalah gagasan yang keliru yang menciptakan masalah parah bagi dan tekanan atas orang-orang Yahudi yang hidup dalam belenggu ini. Kemudian, bagi orang-orang Islam di Timur Tengah, paham ini membawa kebijakan Israel tentang pendudukan dan perebutan wilayah bersama-sama dengan kemiskinan, teror, pertumpahan darah, dan kematian.

Pendeknya, Zionisme sebenarnya adalah sebuah bentuk nasionalisme sekuler yang berasal dari filsafat sekuler, bukan dari agama. Akan tetapi, seperti dalam bentuk nasionalisme lainnya, Zionisme juga berusaha menggunakan agama untuk tujuannya sendiri

www.tragedipalestina.com/yudaisme

celotehan gw,,,HHE


liburaaaaan datang,.!!

hhhuuhu,,liburan datang tapi tugas buanyaaak banget,,bingung bangedh,,
tugas elektro belum,,,dastel dikit lagi,,


hhe
sekarang lag mw ketemu sama dya,.!!
yang di semaraang,,jauuuuh juga yah??
tapi next time pasti kesana,.
tunggu y hun!?hhehehe


sekaang lagi di warnet,,sambil ngirim tugas buat ade asuh gw sekalian buka FB n FS,,
sekalian posting deh,,
hhe
yah,skalian nampang dikit di web lha,,gw maskin foto juga skalian,,.ni lyat,,semuanya ganteng yah,,.tapi gw yang ada di tengah,,.^^
hhoho

kmarin gw dapet artikel dari intelijen indonesia,,
judulnya inteljen asing,,
lw harus lyat,,.!
nie gw posting artikrlnya,,.
bagu banget,gimana intelijen luar itu buanyak bange yang masuk k indesi,,tapi dianggap suatu yang biasa aja,,aneeeh kan,,.
gimana perekonomian kita g ancur brantakan klw semua beranggapan intelijen luar itu satu yang biasa,,
gimana kasus yang depkes dengan angkatan militer luar itu( yang kasus viru2 gitu,,.??)
masa militer lawanna depkes,,y ngga lha,.

harus lebih peka terhadap semua yang ada di negeri ini dari mulai hal yang kecil sekali pun,,,kita tidak bisa tinggal DIAM,.!!!

^^

Intelijen Asing

Baru-baru ini saya menerima informasi dari Cah Bodho yang menurut saya justru lebih pantas disebut Cah Jenius. Informasi yang lumayan lengkap mengenai gerakan Intelijen Asing yang akan saya singkat dalam tulisan ini sungguh mencengangkan. Beberapa potongan informasi bahkan saya berani mengkonfirmasikannya. Berbeda dengan dugaan-dugaan intelijen yang sering dikemukakan para pengamat intelijen seperti Bung AC Manullang.
, maka informasi Cah Bodho jelas mengungkapkan gerak-gerik intelijen asing khususnya Mossad secara lumayan detail. Mereka bergerak tidak dalam jumlah yang besar, tetapi sangat efektif karena beberapa agen yang telah mendapat pelatihan melalui "paket wisata rohani" sehingga bisa masuk Israel. Keberadaan beberapa agen lokal yang telah dilatih tersebut kemudian membina beberapa informan, tanpa si informan tahu untuk siapa sebenarnya dia bekerja, karena yg penting mereka menerima bayaran. Dalam pengamatan saya, jumlah agen Mossad yang aktif di Indonesia hanya sekitar 2-3 orang saja, saling bergantian dan hampir selalu berjalan minimal berdua. Pusat komunikasi dan komando tetap berada di Singapura, lagi pula mereka secara mobile bisa bermarkas di mana saja.


Gerakan Mossad di Indonesia secara umum memang ditargetkan untuk memperoleh pengakuan atau pembukaan hubungan diplomatik. Meski Indonesia bukan negara Islam, tetapi pengakuan keberadaan Israel sangatlah penting dan strategis. Keberadaan shadow Embassy Israel di Singapura misalnya bukanlah hal baru. Hal ini telah disampaikan kepada pemerintahan Suharto sejak awal tahun 1990an. Namun hal itu tidak dianggap sebagai ancaman oleh sejumlah petinggi militer. Bahkan hubungan baik sejumlah tokoh Koppasus yang melakukan pembelian unit-unit senjata serbu untuk kepentingan pembentukan Pasukan Elit semakin membuka peluang masuknya pengaruh intelijen Israel ke dalam tubuh negara Indonesia. Pada awal tahun 2000an seiring dengan terpilihan Gus Dur sebagai Presiden, Shadow Embassy Israel sudah sangat siap, dalam waktu singkat siap diaktifkan.

Lebih jauh Cah Bodho mengungkapkan tentang network Mossad yang bekerja di negara Indonesia. Meski tidak terlalu lengkap, namun sejumlah dugaan Cah Bodho patut diacungi jempol.

Mohon maaf, bila sekali lagi saya menulis sebuah tulisan yang dangkal dengan selalu mengambang dalam soal who, what apalagi why. Saya tidak akan menyangkal tuduhan sejumlah pembaca Blog I-I tentang kedangkalan tulisan saya dalam Blog I-I. Tetapi apalah daya saya. Hanya sebuah keprihatinan yang terpaksa saya bungkus dengan kata-kata yang sedikit mengaburkan dan membuat dangkal analisa saya sendiri.

Kembali pada cerita Cah Bodho tentang bagaimana pembinaan Mossad dalam merekrut orang-orang Indonesia lengkap dengan sistem transfer pembayarannya. Saya ingin memberikan warning kepada segenap Instansi Intelijen di Republik Indonesia bahwa infiltrasi Mossad begitu dahsyat ke dalam Republik Indonesia.

Saya tidak sudah tidak begitu paham sejauh mana infiltrasi Mossad ke dalam instansi pemerintah khususnya intelijen, polisi dan militer. Tetapi sepengetahuan saya, hubungan ketiga instansi tersebut dengan Israel via company, agen, ataupun individu asal Israel sangatlah rawan.

Cah Bodho dengan sangat berani menceritakan sedikit tentang operasi Mossad ke dalam masyarakat Indonesia. Entah sudah berapa banyak orang Indonesia yang menjadi penghianat Republik Indonesia. Saya tentunya berkewajiban menjaga identitas Cah Bodho meski saya punya teknologi untuk menelusurinya.

Hahaha...tentu saja Israel/Mossad juga punya teknologi menelusuri Blog I-I dan mencari tahu siapa Senopati Wirang. Saya sudah tidak peduli lagi tentang resiko menulis dalam Blog I-I. Tentunya saya tetap mengutamakan kepentingan nasional dengan tidak gegabah menulis tentang perkembangan terkini dunia keamanan di Indonesia. Mohon maaf kepada para pembaca yang misalnya kecewa dengan tulisan tentang pembunuhan Munir. Tentu saya tidak akan menuliskan kepahlawanan Bung Polycarpus ataupun kepahlawanan Munir dengan gamblang. Meski Editorial The New York Times poisoned justice mengungkapkan tentang racun dalam tubuh peradilan Indonesia, saya melihat bahwa ketiadaan bukti keras (hard evidence) adalah merupakan kesulitan terbesar. Oleh karena itu, SBY tidak usah janji muluk-muluk, karena hal ini akan menjadi senjata untuk menghancurkan kredibilitas pemerintah Indonesia, khususnya di bidang penegakkan hukum dan HAM. Saya pribadi tentu saja lebih baik untuk no comment lebih lanjut tentang apa sesungguhnya yang terjadi.

Kembali pada soal Mossad, kesombongan kalangan intelijen, kepolisian dan militer dalam meremehkan hubungan dengan Israel bisa ditandai dengan masih adanya kontrak-kontrak dengan perusahaan asal Israel. Cah Bodho mungkin paham tentang sepak terjang networking Mossad di masyarakat Indonesia. Mungkin juga tahu tentang bagaimana Mossad menyeret kalangan Islam Indonesia dalam sebuah dunia kelam radikalisme seperti juga pernah terjadi dalam sejarah, yaitu pada masa Khalifah Ali. Andai umat Muslim Indonesia mengerti tentang bahaya infiltrasi Mossad dalam tubuh gerakan keagamaan politik yang senantiasa bernuansa adu domba, maka tidak akan terjadi gerakan-gerakan radikal yang menggunakan kekerasan.

Saya tidak bermaksud mencari kambing hitam gerakan radikal Islam kepada gerakan operasi Mossad. Tetapi bukankah hal ini juga terjadi di Timur Tengah, contoh paling jelas saat ini adalah Lebanon dan masalah palestina. Permusuhan sesama Muslim, permusuhan Islam-Kristen jelas merupakan permainan yang mengasikan bagi Mossad. Perlu diperhatikan bahwa Mossad tidak identik dengan orang-orang Yahudi secara umum. Tetapi Lebih bisa dikaitkan dengan gerakan Zion internasional yang seringkali juga tidak dipahami oleh orang Yahudi biasa. Jadi lebih pada gerakan politik internasional yang didukung oleh unsur-unsur yang lengkap secara politik, ekonomi, intelijen, militer, teknologi, dll. Konon dalam perbincangan ringan, mereka tidak akan pernah diam dan puas melihat perkembangan Indonesia hanya karena mayoritas penduduknya Muslim. Selain pengakuan Israel ada satu lagi upaya, yaitu pengendalian politik dan ekonomi serta penghambatan pembangunan yang berkelanjutan.

Ah....saya mohon maaf atas kedangkalan tulisan saya ini. Tetapi pada akhir tahun 2005 saya pernah mendengar bahwa Mossad tengah mempersiapkan infilitrasi total ke dalam tubuh intelijen, polisi dan militer Indonesia. Namun saya tidak tahu persis teknik infiltrasi yang akan mereka lakukan. Tetapi hal ini tentunya lebih diketahui oleh aparat yang bekerja di dalam dunia intelijen, polisi maupun militer.

Catatan tambahan, Blog I-I telah beberapa kali dikunjungi dari Israel, dan sejumlah negara Timur Tengah. Entah mengapa mereka tertarik melakukan pengamatan terhadap Blog I-I. Hal ini saya dengar juga dialami sejumlah Blogger yang menggunakan kata teroris atau tag teroris dalam tulisan mereka. Hanya sebagai contoh misalnya Blog milik Farit Gauss yang konon juga menjadi sasaran pengamatan dari Israel.

Lebih jauh dan sebagai catatan kecil dari sisi teknologi persandian misalnya, kita tentunya juga mahfum tentang teknologi enskripsi Lemsara (Lemsaneg/LSN) 128 Bit yang ketinggalan jaman mungkin mudah ditembus CIA yang telah menggunakan teknologi 4X lebih tinggi. Mudah-mudahan teknik tradisional juga dipadukan dengan teknologi yang ada, sehingga kecanggihan teknologi asing tidak begitu saja menelanjangi informasi tentang Indonesia.

Bila tidak ada lagi rahasia yang dimiliki Republik Indonesia, maka apalah artinya peranan semua institusi keamanan Indonesia karena rawan ditembus oleh Mossad ataupun CIA. Lalu apa sebenarnya tujuan akhir mereka? Entahlah....mungkin para pembaca Blog I-I bisa memberikan pendapat.

Sekian
Terima kasih pada sahabat Blog I-I yang telah memperingatkan tentang mudahnya untuk membongkar identitas Blog I-I. Saya masih "merasa" aman dengan menggunakan network tradisional yang tersebar di Indonesia dan beberapa di luar negeri. Kalaupun akhirnya Blog I-I terungkap karena sepandai-pandai tupai melompat akhirnya akan jatuh juga, maka saya hanya bisa berdo'a semoga saya bersabar dengan resikonya.

intelindonesia.blogspot.com/2006/10/intelijen-asing.html

Sabtu, 20 Desember 2008

STSN6 VACATioN


tepat,,liburan kemarin sTSN 6 ngadain acara di Wisma galunggung di daerah anyer,, banten ,,

gile,,,,viewnya kereeen banget!!!gimana yang di bali yah??
sadiiieesss,
yang dateng 37 orang, kecuali sigit, eka, dan tommy,,,coba semuanya bisa ikut,,pasti perfect banget liburannya,.^^hhaha
ini foto2 waktu di pantai sembolo,,,Qrenz yah,,
\liburan tawn depan jalan2 lagi deh,,.^^hhe seruwwwwh!!!

Daftar Blog Saya

Entri Populer