Rabu, 04 November 2009

Chapter 4 of DSP (DSP Application)


CHAPTER 4
DSP Software

Aplikasi DSP biasanya diprogram dalam bahasa yang sama oleh peneliti dan ilmuwan lainnya, seperti: C, BASIC dan perakitan. Kekuatan dan fleksibilitas dari C membuat bahasa pilihan bagi ilmuwan komputer dan programmer profesional lainnya.
Di sisi lain, kesederhanaan BASIC membuatnya ideal untuk para ilmuwan dan insinyur yang hanya sesekali mengunjungi dunia pemrograman. Sebagian besar perangkat lunak DSP penting isu-isu yang terkubur jauh di bawah di dunia berputar satu dan nol. Ini termasuk topik-topik seperti: bagaimana angka-angka tersebut diwakili oleh pola bit, bulat-off kesalahan dalam aritmetika komputer, maka kecepatan komputasi dari berbagai jenis prosesor, dll Bab ini adalah tentang hal-hal yang Anda dapat dilakukan pada tingkat tinggi untuk menghindari diinjak-injak oleh rendahnya kerja internal.

A.Computer Number
Komputer digital sangat bermanfaat pada penyimpanan dan pemanggilan ulang angka/nomer. Sebagai contoh, jika kita menginstruksikan computer kita utuk menyimpan angka 1.41421356. Komputer dapat merepresentasikan dengan baik bilangan pecahan seperti yang diatas. Namun, untuk computer klasik akan terdapat kesalahan jika bilangan tersebut terdapat pecahan 1.00000001.

B.Fixed Point
Fixed point merepresentasikan untuk menggunakan penyimpanan bilangan integer yang bersifat positif dan negatif. Untuk tingkatan pemrograman seperti C dan BASIC, itu akan mengalokasikan 16 bits untuk disimpan pada masing masing integer.
Dalam fixed point dikenal juga istilah offset point, yang hamper sama dengan integer yang tak beraturan, kecuali bilangan decimal dilepaskanm untuk mengikuti bilangan negative. Untuk sign dan magnitude merupakan suatu jalan yang sederhana untuk merepresentasikan integer negative. Untuk bit yang paling kiri disebut sebagai sign bit, yang diawali dengan angka 0 untuk bilangan positif dan 1 untuk bilangan negatif.

C. Floating Point
Pada dasarnya untukskema encoding untuk floating point lebih lengkap (complicated) daripada fixed point. Ide dasarnya sama, yaitu menggunakan notasi matematis, dimana sebuah mantissa dimultiplikasi oleh 10 eksponen. Sebagai contoh , dimana 5.4321 adalah mantissa dan 6 adalah eksponennya. Notasi matematis tersebut secara garis besar merepresentasikan mengenai bilangan dengan pangkat besar atau bilangan dengan pangkat kecil.

D. Number Precision
Jika anda ingin menyimpan suatu nilai dari range continues, kita dapat merepresentasikan hanya finite number dari tahapan yang berlebihan. Setiap waktu saat angka yang baru di bangkitkan, setelah proses kalkulasi, angka tersebut harus di rounded ke bilangan atau angka yang terdekat dan dapat kamu simpan kedalam format yang kamu inginkan.

E. Execution Speed (Program Language)
Pada dasarnya untuk Execution Speed ini menggunakan bahasa pemrograman mesin dengan berbasis assembly
Program assembly terdiri dari manipulasi secara langsung suatu sistem elektronika digital, seperti register, lokasi memori, status bit, dll. Sebuah program disebut sebagai compiler jika digunakan untuk mentransformasi tahapan yang lebih tinggi untuk source code kedalam suatu debugging.

F. Execution Speed (Hardware)
Suatu fungsi matematika dapat dialihkan dari transfer suatu data ke circuit hardware khusus yang disebut a math coprocessor. Untuk sistemnya dapat menggantikan suatu hardware dan software.

G. Execution Speed (Program Tips)
Ketika suatu hardware komputer dan bahasa pemrograman sangat penting untuk memaksimalkan kecepatan saat eksekusi. Kesimpulannya bagaimana program anda dapat diganti tiap waktunya?. Dan seberapa drastiskah pengaruh dari panjang program yang dapat di execute. Dibawah ini beberapa aturannya :
1.Gunakan integer dari variable floating point yang memungkinkan.
2.Gunakan Suatu fungsi seperti sin(x), log(x), etc
3.Pelajari apa pengertian cepat dan lambat kedalam suatu sistem yang digunakan.





Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

terima kasi yah
madridista89

Daftar Blog Saya

Entri Populer