Kamis, 26 November 2009

Five Basic Test

5.4.4 Five Basic Test
Sub bab ini akan menjelaskan 5 macam pengujian dengan metode statistika, dan sering digunakan untuk menentukan barisan bilangan biner dan dengan karakteristik yang khusus yang menjelaskan bahwa rangkaian tersebut benar benar truly random. 5 metode yang digunakan adalah sebagai berikut :
1. Frequency Test (monobit test)
Mengapa juga dikatakan sebagai monobit?, karena yang dijadikan parameter untuk pengujian frequency test ini adalah bit yang berukuran 1. Dan untuk menghasilkan suatu standart dalam suatu rangkaian bit, apakan dikatakan truly random atau tidak.
Rumus yang digunakan adalah sebagai berikut


 Dimana untuk n lebih besar dai 10.

2. Serial Test
Tujuan dari tes ini adalah untuk menentukan keacakan dalam suatu rangkaian bit bilangan dengan menggunakan 2 buah bit (00, 01, 10, 11). Untuk menghitung serial test ini dengan menggunakan rumus sebagai berikut :



3. Poker Test
Ambil beberapa integer positif dan ambil k. hitung rangkian bit tersebut secara tidak overlapping tiap panjang m nya tetap. Dengan rumus perhitungannya sebagai berikut :




Dengan ketentuan untuk hasil yang didapat pada table chi square dengan hasil perhitungan diatas adalah m=1 

4. Run Test
Tujuan dari run test ini adalah untuk menentukan standart untuk bilanagan apakah rangkaian tersebut acak atau tidak.
Metodenya yang digunakan yaitu ketika bilangan yang digunakan memiliki rangkaian 1 dan 0 yang berurutan(runs). Dengan rumus yang digunakan adalah sebagai berikut :





5. Auto Correlation Test
Tujuan yang didapat dengan menggunakan metode ini yaitu agar dapat mengetahui hubungan (korelasi) antara barisan bilangan asli dengan barisan bilangan siklik. Rumus yang digunakan untuk menguji dengan autocorrelation test adalah sebagai berikut :




Contoh :




5.4.5 Maurer’s Universal Statistical Test
Ide dasar yang universal di balik Maurer uji statistik adalah bahwa hal itu tidak boleh mungkin untuk signifikan kompres (tanpa kehilangan informasi) urutan output sedikit acak generator. Jadi, jika sebuah sampel urutan keluaran s dari generator sedikit dapat ditekan secara signifikan,generator harus ditolak sebagai cacat. Daripada sebenarnya mengompresi urutan s, uji statistik universal menghitung kuantitas yang terkait dengan panjang urutan terkompresi.
Universalitas Maurer yang universal uji statistik muncul karena mampu mendeteksi salah satu dari kelas yang sangat umum yang mungkin cacat sedikit mungkin generator. Kelas mencakup lima cacat yang terdeteksi oleh tes dasar § 5.4.4. Sebuah kekurangan dari universal uji statistik atas lima dasar tes adalah bahwa ia memerlukan sampel yang jauh lebih lama urutan output untuk menjadi efektif. Asalkan urutan output yang diperlukan dapat efisien yang dihasilkan, kelemahan ini bukan merupakan keprihatinan praktis sejak statistik universal tes itu sendiri sangat efisien.

Algoritma yang digunakan :





5.5 Cryptography secure peudorandom bit generator
Dua cryptographically aman pseudorandom bit generator (CSPRBG - lihat Definition 5.8) disajikan dalam bagian ini. Keamanan setiap generator bergantung pada kedegilan diduga dari nomor-teori yang mendasari masalah. The modular perkalian yang menggunakan generator ini membuat mereka relatif lambat dibandingkan dengan (ad-hoc) pseudorandom bit generator of § 5.3. Namun mereka mungkin berguna dalam beberapa situasi, misalnya, menghasilkan pseudorandom bit pada perangkat keras yang sudah memiliki sirkuit untuk melakukan perkalian modular.
RSA pseudorandom bit generator








Blum-Blum-Shub pseudorandom bit generator




ref:
tugas RB_Nd







Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

terima kasi yah
madridista89

Daftar Blog Saya

Entri Populer