Sabtu, 24 April 2010

Fail Stop Digital Signature, lagidari Intermediate Protocol


tepat kmarin saya dan rekan sekelompok kedapetan ngejelasin tentang salah satu intermediate protocol. nah,,^^

dapet fail stop digital signature,, sampe saat ini ketika saya dan temen temen dapet juga g mudeng, bingung,,hhe.. tapi kita coba nyari bahan dan referensi2 tentang materi itu,,hhe dapet juga ternyata,,

temen2 yang bingung tentang intermediate protocol, bisa kita share disini,,, mungkin sekarang baru fail stop DS aja,tapi for the next post,,akan di posting2 yang lainnya,,,silakan menikmatii…^^

FAIL-STOP DIGITAL SIGNATURES


Digital signature biasa memperbolehkan seseorang, misalkan Alice, untuk membuat tanda tangan dimana semua pihak yang mengetahui public key Alice dapat mengujinya. Beberapa contoh tanda tangan hanya aman secara komputasi bagi penandatangan, karena mereka dapat dipalsukan oleh pihak yang memiliki kekuatan komputasi yang besar. Seseorang mungkin saja mampu untuk menghitung factor dari integer besar, sebagai contoh, sangan mudah untuk memalsukan tanda tangan RSA. Hal ini didasarkan pada keamanannya yang bergantung pada asumsi komputasional. Selain itu, jika sebuah tanda tangan dipalsukan, maka akan sulit untuk A meyakinkan pembawa dokumen (caraka) dari dokumen tertandatangan atau pihak ketiga bahwa dia tidak membuat tanda tangan tersebut.

Permasalahan-permasalahan di atas dapat diatasi dengan menggunakan fail-stop signatures yang berisikan sebuah metode untuk membuktikan bahwa terdapatnya suatu pemalsuan tanda tangan. Lebih tepatnya, jika seorang pemalsu dengan kekuatan komputasi yang tidak terbatas membuat pemalsuan yang optimal, penandatangan memiliki sebuah polynomial yang dapat membuktikan bahwa asumsi yang mendasari komputasional telah dipecahkan saat dia melihat adanya pemalsuan (kecuali dengan kemungkinan yang dapat diabaikan). Maka penandatangan dapat dilindungi dari pemalsuan yang berkekuatan besar. Selain itu, setelah pemalsuan yang pertama kali, seluruh pihak, atau operator sistem, akan mengetahui bahwa skema tanda tangan telah terpecahkan, dan kemudian akan diberhentikan. Oleh karena itulah diberi nama “fail-stop”.

Fail-stop digital signatures, diperkenalkan oleh Birgit Pfitmann dan Michael Waidner, mencegahnya dari adanya kecurangan. Jika Eve memalsukan tanda tangan Alice setelah melakukan brute force attack, maka Alice dapat membuktikan mereka adalah pemalsu tanda tangan. Jika Alice menandatangani sebuah dokumen dan kemudian memungkiri tanda tangan tersebut, mengakui / mengklaim pemalsuan, persidangan dapat memverifikasikan bahwa hal tersebut bukanlah pemalsuan.


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

terima kasi yah
madridista89

Daftar Blog Saya

Entri Populer