Selasa, 13 April 2010

LMDS (Local Multipoint Distribution Services)

lagi lagi tugas yang saya posting,,kali ini,sedikit tentang LMDS,,,alias tugas dari Ibu Desi marlena.
langsung aja dah..^^

Dalam era informasi sekarang ini, kebutuhan pelanggan akan layanan komunikasi semakin meningkat, terutama pada komunikasi data untuk berbagai aplikasi internet. Hal ini juga didukung oleh perkembangan pasar yang menunjukkan bahwa permintaan pelayanan tersebut cukup menjanjikan. Akan tetapi keinginan para pelanggan untuk dapat mengakses layanan tersebut dimanapun mereka berada belum dapat dipenuhi. Hal ini disebabkan terbatasnya kemampuan nirkabel (wireless). Terutama semakin sempitnya spektrum frekuensi pada daerah 2 GHz untuk menyediakan alokasi lebar pita yang sesuai dengan layanan tersebut.

B. Local Multipoint Distribution Service
1. Gambaran Umum
Sistem LMDS (Local Multipoint Distribution Service) merupakan salah satu pendekatan teknologi wireless untuk menyediakan layanan broadband dengan frekuensi operasi antara 28 GHz hingga 31 GHz. Pemanfaatan lebar pita frekuensi sedikitnya sebesar 1 GHz membuat sistem LMDS mampu membawa informasi suara, video, dan data berkecepatan tinggi baik satu arah maupun dua arah dalam kapasitas yang besar pada cakupan sel kecil berdiameter 3 km hingga 5 km yang line of sight, baik secara point to point maupun point to multipoint.

LMDS merupakan sistem komunikasi point to multipoint berbasis sel yang beroperasi pada rentang 27 GHz sampai 31 GHz atau bergantung lisensi di suatu negara dengan bandwidth yang tersedia sebesar 1GHz hingga 3 GHz. LMDS dapat menyediakan layanan suara, data, internet, dan video secara bidirectional. Sebagai akibat dari propagasi sinyal pada frekuensi tersebut maka sistem LMDS menggunakan arsitektur konfigurasi sel dengan memakai teknologi digital dan frekuensi reuse. Pengiriman sinyal gelombang milimeter serta alokasi spektrum yang besar dari sistem LMDS dapat menydiakan layanan pita lebar, data rate yang tinggi pada radius sel yang kecil berdiameter 1 km sampai 5 km yang line of sight, baik secara point to multipoint atau point to point.

Hal ini dapat dijelaskan dari kata-kata yang membangun:
- Local, Jarak tempuh sinyalnya terbatas kira-kira 1 s.d. 5 km yangdisebabkan karakteristikpropagasi sinyal pada frekuensi tinggi mengalami banyak redaman, akibatnya sangat rentan terhadap kondisi lingkungan, terutama akibat hujan. Jarak tempuh yang terbatas tersebut dapat juga disebabkan penggunaan gelombnag milimeter dengan daya yang kecil.
- Multipoint, menunjukkan bahwa sinyal dikirim secara point to multipoint atau secara broadcast pada arah downlink dan secara point to multipoint pada arah uplink sehingga dapat dipergunakan untuk komunikasi secara bidirectional dan bersamaan.
- Distribution, sistem ini akan mendistribusikan semua jenis layanan yang dimiliki operator kepada pelanggan secara simultan, seperti layanan voice, data, image, internet, dan video baik secara analog maupun digital.
- Service, menunjukkan bahwa jenis-jenis layanan yang ditawarkan melalui jaringan LMDS sepenuhnya tergantung pada operator sistem. Lebar pita yang diberikan secara tidak terbatas sehingga mampu memberikan berbagai layanan.

2. Arsitektur LMDS





Arsitektur sistem LMDS secara garis besar terdiri dari empat bagian dasar yang membentuk sistem LMDS tersebut seperti terlihat pada Gambar diatas, yaitu:
a. Network Operation Center (NOC)
NOC merupakan perangkat manajemen sistem yang mengatur sejumlah jaringan pelanggan . Beberapa NOC dapat saling interkoneksi
b. Infrastruktur berbasis serat optik (Fiber-based Infrastucture)
Infrastruktur berbasis serat optik terdiri atas saluran SONET OC-12, OC-3, serta OC-1, peralatan central ofice (CO), sistem switching ATM dan IP, dan interkoneksi dengan internet dan PSTN (Public Switched Telephone Network).
c. Base station
Base station adalah tempat dimana terjadi konversi sinyal data dari infrastruktur serat optik ke infrastruktur wireless. Perangkat pada base station terdiri dari interface (antar muka) jaringan untuk terminasi jaringan serat optik, fungsi modulasi dan demodulasi, serta perangkat pengirim dan penerima gelombang mikro. Local Switching dapat juga ditempatkan pada base station sehingga pelanggan yang berada dalam sel yang sama dapat berkomunikasi tanpa harus melalui infrastruktur serat optik.
d. Customer Premise Equipment (CPE)
Customer Premise Equipment (CPE), disebut juga perangkat terminal pelanggan, bentuknya bervariasi tergantung penjualnya.
Pilihan Konfigurasi Sistem LMDS
Operator sistem LMDS memberikan layanan dan stategi bisnis yang berbeda dan ini menyebabkan konfigurasi sistem yang dipilih juga akan berbeda diantara para operator sistem. Terdapar 2 buah konfigurasi sistem LMDS yang paling umum dipakai adalah sebagai berikut.
1. Co-sited base station
Seperti terlihat pada Gambar dibawah, dimana indoor digital equipment terhubung ke infrastuktur jaringan dan outdoor mounte microwave equipment ditempatkan di atap bangunan pada lokasi yang sama. Arsitektur ini umumnya disertai dengan perencanaan frekuensi radio RF). Perencanaan RF ini menggunakan sistem gelombang mikro bersektor banyak (multiple sector).



2. Analog fiber
Seperti terlihat pada Gambar dibawah., alternatif lainnya menggunakan jaringan serat optik analog yang menghubungkan antar IDU (Indoor Data Unit) dengan ODU (Outdoor Data Unit). Jaringan serat optik analog tersebut di atas menghubungkan antara unit base station dalam ruangan dengan beberapa sitem pengrim dan penerima gelombang mikro. Dengan pendekatan arsitektur ini maka ada penggabungan perangkat digital yang memberikan keunggulan antara lain pengurangan biaya dan meningkatkan penyebaran aplikasi digital pada daerah cakupan yang luas. Kelebihan lain adalah pengurangan jumlah sektorisasi pada tiap lokasi karena semakin banyaknya perangkat gelombang mikro yang disebar.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

terima kasi yah
madridista89

Daftar Blog Saya

Entri Populer